Kejaksaan Tinggi Gorontalo
0 suara
dalam DLL oleh (120 poin)

1 Jawaban

0 suara

Perbuatan penganiayaan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) diatur dalam pasal 351 yang isinya :

(1)  Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

(3)  Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

(4)  Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

(5)  Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

 

Dalam Hukum Pidana, daluwarsa berarti kewenangan penegak hukum memproses hukum suatu dugaan tindak pidana menjadi hilang, karena lewatnya tenggang waktu tertentu. Mulainya tenggang daluwarsa sebagaimana ketentuan umum pasal 79 KUHP ditentukan bahwa tenggang daluwarsa mulai pada hari sesudah hari dilakukannya tindak pidana.

Dalam pasal 78 ayat 1 menyebutkan kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa :

1.   mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan sesudah satu tahun;

2.   mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun;

3.   mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun;

4.    mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah delapan belas tahun.

Sebagaimana ketentuan pasal 78 ayat 1 butir tiga maka kasus penganiayaan yang dilakukan sesorang sembilan tahun lalu masih bisa mendapatkan hukuman bagi pelakukanya karena belum melebihi batasan daluarsa yakni dua belas tahun dengan asumsi pelaku melakukan penganiayaan mengakibtakan luka berat atau mati sebagaimana yang diatur dalapm pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP.

Akan tetapi apabila pelaku melakukan penganiayaan dengan ancaman hukuman sebagaimana yang tertuang dalam pasal 351 ayat 1 KUHP maka pelakunya tidak bisa mendapatkan hukuman setelah sembilan tahun kemudian terungkap karena ancaman hukumannya hanya dua tahun delapan bulan, sebagaimana ketentuan pasal 78 ayat 1 butir 2  masa daluarsanya selama enam tahun jadi sudah melebihi masa daluarsa.

oleh (1.5k poin)
diedit oleh
Selamat datang di "Tanya Jaksa" Kejaksaan Tinggi Gorontalo tempat Anda dapat mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban dari Jaksa.
1 Pengunjung Aktif
Pengunjung Hari ini : 62
Pnegunjung Kemarin : 22
Total Pengunjung : 23262
42 pertanyaan
46 jawaban
6,920 komentar
252 pengguna