Kejaksaan Tinggi Gorontalo
0 suara
dalam DLL oleh (120 poin)

1 Jawaban

0 suara

Pada dasarnya, dalam suatu perkara pidana, pemrosesan perkara digantungkan pada jenis deliknya. Ada dua jenis delik sehubungan dengan pemrosesan perkara, yaitu delik aduan dan delik biasa. Dalam delik biasa perkara tersebut dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan (korban). Jadi, walaupun korban telah mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang, penyidik tetap berkewajiban untuk memproses perkara tersebut. Contoh delik dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) misalnya delik pembunuhan (psl 338 KUHP), pencurian (psl 362 KUHP) dan penggelapan (psl 372 KUHP).

Berbeda dengan delik biasa, delik aduan artinya delik yang hanya bisa diproses apabila ada pengaduan atau laporan dari orang yang menjadi korban tindak pidana. Contoh delik aduan misalnya perzinahan (psl 284 KUHP), pencemaran nama baik (psl 310 KUHP), penghinaan (psl 311 KUHP) dan penggelapan/pencurian dalam kalangan keluarga (psl 367 KUHP).

Menurut Pasal 75 KUHP orang yang mengajukan pengaduan, berhak menarik kembali dalam waktu tiga bulan setelah pengaduan diajukan.

Berdasarkan penjelasan diatas, tindak pidana pembunuhan seperti yang Anda tanyakan termasuk dalam delik biasa sehingga proses hukum terhadap tersangka akan tetap berjalan walaupun seandainya pihak keluarga korban sudah memaafkan tersangka.

Yang menentukan berat ringannya hukuman pidana, hal ini (keikhlasan dari keluarga korban) juga tidak dapat menjadi pertimbangan hakim dalam memutus hukuman terdakwa menjadi ringan karena berat ringannya hukuman pidana yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa, menurut ketentuan Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (UU 48/2009), hakimlah yang memperhatikan sifat yang baik dan jahat dari terdakwa.

Menurut penjelasan Pasal 8 ayat (2) UU 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, bertujuan agar putusan yang dijatuhkan sesuai dan adil dengan kesalahan yang dilakukannya.

Jadi, pada dasarnya dalam tindak pidana yang termasuk delik biasa walaupun korban tindak pidana tersebut telah memaafkan pelaku, proses hukum akan tetap dijalankan.

oleh (1.5k poin)
Selamat datang di "Tanya Jaksa" Kejaksaan Tinggi Gorontalo tempat Anda dapat mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban dari Jaksa.
1 Pengunjung Aktif
Pengunjung Hari ini : 45
Pnegunjung Kemarin : 22
Total Pengunjung : 23245
42 pertanyaan
46 jawaban
6,920 komentar
252 pengguna