Kejaksaan Tinggi Gorontalo
0 suara
dalam DLL oleh (120 poin)

1 Jawaban

0 suara

Dalam hukum pidana ada 2 (dua) jenis delik, yaitu Delik Biasa dan Delik Aduan.

Delik Aduan, yaitu delik yang hanya dapat dituntut karena adanya pengaduan dari pihak yang dirugikan. Misalnya delik yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 310 KUHP pasal 284 KUHP tentang Perzinahan, dan sebagainya. Sedangkan Delik Biasa, pelakunya dapat dituntut menurut hukum pidana tanpa perlu adanya pengaduan. Misalnya pasal 338 KUHP, 362 KUHP.

Dalam hal Delik Aduan, maka mengacu pada pasal 75 KUHP : Orang yang mengajukan pengaduan berhak menarik kembali pengaduannya itu dalam waktu tiga bulan setelah diajukan. (berdasarkan pasal tersebut pengaduan disini disamakan dengan laporan pada pihak Kepolisian)

Kebalikan dari Delik Aduan, maka ketentuan pada pasal 75 KUHP ini tidak dapat digunakan pada jenis tindak pidana biasa (Delik Biasa) seperti halnya pencurian, pembunuhan, termasuk juga pemerasan.

Jadi, sangat tidak benar secara hukum apabila pelapor meminta uang kepadayang dilapor dengan iming-iming akan mencabut laporan polisi, sebab perkara yang dituduh adalah delik biasa, sehingga laporan pada Kepolisian tidak dapat dicabut. Dengan kata lain, proses hukum akan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, terkecuali dalam proses tersebut tidak cukup alat bukti.

Kemudian apakah tindakan pelapor dapat dikatakan sebagai pemerasan, kita harus melihat terlebih dahulu mengenai tindak pidana pemerasan. Tindak pidana pemerasan ketentuannya di pasal 368 ayat (1) KUHP berbunyi:

Barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, memaksa orang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, supaya orang itu memberikan barang, yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang itu sendiri kepunyaan orang lain atau supaya orang itu membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena memeras dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun.

Berdasarkan bunyi pasal di atas, maka dapat dipahami unsur-unsur yang harus dipenuhi agar suatu perbuatan dikatakan Pemerasan dan Pengancaman adalah:

a.       Memaksa orang lain;

b.       Untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau supaya orang itu membuat utang atau menghapuskan piutang;

c.       Dengan hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak;

d.       Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan.

Oleh karena itu, apabila perbuatan pelapor yang meminta sejumlah uang tersebut memenuhi keempat unsur di atas, maka perbuatannya dapat dikategorikan sebagai pemerasan.

oleh (1.5k poin)
diedit oleh
Selamat datang di "Tanya Jaksa" Kejaksaan Tinggi Gorontalo tempat Anda dapat mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban dari Jaksa.
1 Pengunjung Aktif
Pengunjung Hari ini : 24
Pnegunjung Kemarin : 22
Total Pengunjung : 23224
42 pertanyaan
46 jawaban
6,920 komentar
252 pengguna