Kejaksaan Tinggi Gorontalo
0 suara
dalam DLL oleh (120 poin)

1 Jawaban

0 suara

Perbedaan antara Tersangka, Terdakwa dan Terpidana dapat kita ketahui sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana  (KUHAP) pasal 1 angka 14 (untuk tersangka), angka 15 (untuk terdakwa) dan angka 32 (untuk terpidana), yang dimaksud dengan :

Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana.

Terdakwa adalah seorang Tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di persidangan.

Terpidana adalah seorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Hak-hak Tersangka, Terdakwa, dan Terpidana adalah sebagai berikut : 

Tersangka :

berhak segera mendapat pemeriksaan oleh penyidik dan selanjutnya dapat diajukan kepada penuntut umum.

berhak perkaranya segera dimajukan ke pengadilan oleh penuntut umum.

dalam pemeriksaan pada tingkat penyidikan tersangka berhak untuk setiap waktu mendapat bantuan juru bahasa.

tersangka berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum.

tersangka berhak memilih sendiri penasihat hukumnya dan  menghubungi penasihat hukumnya.

tersangka yang berkebangsaan asing berhak menghubungi dan berbicara dengan perwakilan negaranya dalam menghadapi proses perkaranya.

tersangka yang dikenakan penahanan berhak menghubungi dan menerima kunjungan dokter pribadinya.

tersangka berhak menghubungi dan menerima kunjungan dari pihak yang mempunyai hubungán kekeluargaan atau lainnya dengan tersangka.

tersangka berhak mengirim surat kepada penasihat hukumnya, dan menerima surat dari penasihat hukumnya dan sanak keluarga setiap kali yang diperlukan olehnya, untuk keperluan itu bagi tersangka disediakan alat tulis menulis.

tersangka berhak menghubungi dan menerima kunjungan dari rohaniwan.

tersangka berhak untuk mengusahakan diri mengajukan saksi dan atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.

tersangka berhak menuntut ganti kerugian dan rehabilitasi sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Terdakwa :

terdakwa berhak untuk setiap waktu mendapat bantuan juru bahasa.

dalam hal terdakwa bisu dan atau tuli diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam KUHAP.

terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum dan memilih sendiri penasihat hukumnya.

terdakwa berhak diberikan penasehat hukum secara cuma-cuma bila didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun atau lebih atau bagi yang tidak mampu yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih.

terdakwa yang berkebangsaan asing yang dikenakan penahanan berhak menghubungi dan berbicara dengan perwakilan negaranya dalam menghadapi proses perkaranya.

terdakwa yang dikenakan penahanan berhak menghubungi dan menerima kunjungan dokter pribadinya.

terdakwa yang dikenakan penahanan berhak diberitahukan tentang penahanan atas dirinya kepada keluarganya atau orang lain yang serumah dengan terdakwa ataupun orang lain.

terdakwá berhak menghubungi dan menerima kunjungan dari pihak yang mempunyai hubungán kekeluargaan atau lainnya dengan terdakwa.

terdakwa berhak mengirim dan menerima surat dan disediakan alat tulis menulis.

terdakwa berhak menghubungi dan menerima kunjungan dari rohaniwan.

terdakwa berhak untuk mengusahakan diri mengajukan saksi dan atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.

terdakwa berhak untuk minta banding terhadap putusan pengadilan tingkat pertama kecuali terhadap putusan bebas, lepas dari segala tuntutan hukum yang menyangkut masalah kurang tepatnya penerapan hukum dan putusan pengadilan dalam acara cepat.

terdakwa berhak menuntut ganti kerugian dan rehabilitasi sebagaimana diatur dalam KUHAP.

seseorang terdakwa yang telah diputus berhak untuk mendapatkan petikan surat putusan pengadilan segera setelah putusan diucapkan.

Terpidana :

berhak menghubungi dan didampingi pengacara.

berhak menghubungi dan menerima kunjungan pihak keluarga atau orang lain.

berhak menghubungi atau menerima kunjungan dokter pribadinya untuk kepentingan kesehatan.

berhak menghubungi atau menerima kunjungan sanak keluarga.

berhak mengirim surat atau menerima surat dari penasehat hukum dan sanak keluarga tanpa diperiksa oleh penyidik/penuntut umum/hakim/pejabat rumah tahanan Negara.

berhak menghubungi dan menerima kunjungan rohaniawan.

berhak bebas dari tekanan seperti; diintimidasi, ditakut-takuti dan disiksa secara fisik.

oleh (1.5k poin)
Selamat datang di "Tanya Jaksa" Kejaksaan Tinggi Gorontalo tempat Anda dapat mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban dari Jaksa.
1 Pengunjung Aktif
Pengunjung Hari ini : 23
Pnegunjung Kemarin : 22
Total Pengunjung : 23223
42 pertanyaan
46 jawaban
6,920 komentar
252 pengguna